Website Resmi PPID Kabupaten Kampar
Phone: 0762-3240395
Email: ppid@kamparkab.go.id
Politeknik Kampar Kenalkan Mesin Crusher Limbah Patin untuk UMKM FIOSA

Politeknik Kampar Kenalkan Mesin Crusher Limbah Patin untuk UMKM FIOSA

PPID Utama    16 September 2026 11:47 WIB   di Baca 5 Kali

BANGKINANG, 15 September 2026 - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Kampar memperkenalkan teknologi mesin crusher kepada UMKM FIOSA, produsen fillet ikan patin di Riau. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi tumpukan limbah hasil produksi sekaligus membuka peluang pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomis.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Efisiensi Pengolahan Limbah Fillet Ikan Patin untuk Meningkatkan Kemandirian Usaha” ini didanai melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,  Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Mesin crusher berfungsi menghancurkan dan memotong limbah tulang serta sisa daging patin menjadi partikel berukuran kecil. Proses pengecilan ukuran ini sangat penting untuk menyederhanakan rantai pengolahan lanjutan, baik untuk bahan pakan maupun produk turunan berbahan dasar limbah ikan lainnya.       
                                         
Ketua Tim PkM Politeknik Kampar, Anna Dhora, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada penguasaan teknologi secara mandiri oleh mitra. "Program ini kami arahkan agar mitra tidak hanya menerima unit mesin, tetapi juga menguasai cara mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkannya dalam kegiatan usaha. Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar teknologi ini berdampak nyata," ujar Anna

Rangkaian kegiatan diawali dengan studi identifikasi kebutuhan di lapangan. Tim PkM menganalisis pola produksi UMKM FIOSA, mulai dari kapasitas limbah mingguan, kesiapan SDM, hingga kendala teknis yang dihadapi. Berdasarkan data tersebut, mesin crusher dipilih sebagai solusi paling tepat guna. 

Selain penyediaan mesin, tim PkM juga menggelar sosialisasi, pelatihan pengoperasian, dan sesi praktik langsung bersama pelaku usaha. Pola pendampingan ini disusul dengan pemantauan berkala guna memastikan efektivitas mesin serta membantu menangani kendala teknis di lapangan. 

Pihak UMKM FIOSA menyambut positif intervensi teknologi ini. Kehadiran mesin crusher dinilai mampu memangkas waktu penanganan limbah basah yang selama ini menjadi kendala kebersihan lingkungan produksi. 

Melalui program pemberdayaan ini, Politeknik Kampar menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi tepat guna bagi dunia usaha lokal. Penerapan teknologi ini diharapkan tak hanya menyelesaikan masalah sampah produksi, tetapi juga mendorong produktivitas UMKM yang lebih efisien dan berkelanjutan. (Humas Polkam)


Artikel Lainnya